Sebuah Titik Untuk 2011 Bukan Koma Ataupun Tanda Seru

Pagi ini ku bersila di sebuah bangku depan monitor kantor. Sebuah tempat dimana waktu ku di penjara selama 8 jam setiap harinya. Bukan waktu yang singkat bagiku jika hanya untuk duduk di bangku dan memandangi sebuah kota bergambar dan selalu berubah-ubah tulisan dan warnanya. Ini bukanlah sebuah cerita kegalauan tapi hanyalah sepenggal perjalananku setelah merasa jatuh dan harus memulainya dari Nol (0) bahkan minus.

Awalnya di mulai ketika terjadi bencana Erupsi merapi, hingga merasa ada sesuatu yang menarik ku untuk ikut membantu meringankan beban mereka yang jadi korban.  Ku anggap semua berawal dari situ yang bagiku tak sengaja. Singkat cerita awal tahun 2011 ini aku memutuskan untuk mengakhiri perjalanan ku di lereng merapi. Walaupun tidak bisa langsung lepas dari semua itu, namun perlahan-lahan aku mulai beradaptasi dengan lingkunganku sebelumnya, memulai kembali ke kampus, mulai menemui beberapa teman, dan parahnya aku harus mulai mengingat-ingat nama mereka satu per satu. Namun yang lebih membuat ku  terkejut waktu itu adalah kertika aku mendapati sebuah bisnis yang ku bangun seakan sudah hancur berantakan. Dan itu adalah satu Hal yang berat untuk mengingat dan memulainya dengan tangan kosong.

Beberapa bulan setelah itu adalah benar-benar masa yang berat untuk ku lalui. Setelah bisnis hancur, kondisi keuangan mulai kritis bahkan sekarat. Datang bertubi-tubi undangan pernikahan dari teman-teman seperjuangan. Dan yang lebih berat ketika salah satu undangan itu tertulis nama seorang yang sangat berpengaruh bagi masa depanku. Seseorang yang telah berkomitmen untuk melewati segala susah senang bersama , tiba2 ia berubah pikiran. Namun tidak jadi mengapa dan ku yakin kalau dia memang bukan teman perjalanan bagi ku,Ikhlas saja. Memang sakit untuk sesaat, dan seperti biasa hal-hal seperti itu akan hilang dengan sendirinya, entah dengan pelarian atau dengan kerelaan.

Hal berikutnya yang menjadi warna di tahun ini adalah ketika awal bulan September, tepatnya tanggal 9.  Di tanggal tersebutlah seorang wanita yang merawat dan membesarkanku sejak kecil ( 4 tahun )   hingga sebesar ini harus kembali pada sang pencipta. Sesuatu yang berat untuk ku lalui ketika peristiwa ini terjadi. Tak lebih sebulan setelah hari itu teman kecil ku juga meninggal di usia mudanya yang sebentar lagi bertunangan. Beberapa bulan setelah itu nenek  dari ibu menyusul budhe yang lebih dulu meninggal. Tak kurang dari 2 bulan kemudian Adik dari ibu/Bulik juga menyusul sang nenek karena beberapa penyakit yang menyerangnya. Ya allah, kok rasanya berat perjalanan ini.

Namun kesedihan yang telah ku lalui sedikit terobati setelah menyelesaikan beberapa tanggung jawab sebagai mahasiswa. Lumayan lega kini tinggal nunggu wisuda, terimakasih ya allah. Tapi ternyata di sisi lain wisuda yang seharusnya ku sambut dengan bahagia malah sepertinya menjadi hantu yang selalu menghantuiku. Setelah wisuda mau jadi apa? Bisnis sudah tiada, harta juga. Yang membuat ku malas menjalani hal ini adalah ketika aku harus kembali ke kampong halaman dan belum jelas apa yang akan ku kerjakan di sana nantinya. Tinggal di sebuah rumah tua bersama Pak Dhe yang telah membesarkanku. Mereka bilang, jalani saja, Insyaallah mendapat jalan terang.

Kayak sinetron banget ya perjalanan ku ini? Aku selalu malu ketika di Tanya pengalaman, perjalanan dll. Aku sendiri sepertinya tidak percaya kisahku ini nyata. Karena kisahnya benar2 berantakan tak beraturan dan tidak konsisten, tapi mau bagaimana lagi kalo memang inilah kisah perjalananku. Aku harus bercerita mulai dari kisah apa, dari sisi yang mana, yang sedih apa senang? Yang pasti aku mahasiswa semester akhir yang tidak tahu mau ngapain setelah lulus, yang masih belom dapat melupakan beberapa kisah yang telah silam, dan masih samar-samar untuk memandang masa depan.

Warna-warni perjalanan di tahun 2011 ini sudah saatnya untuk di akhiri dan memulai dengan warna baru di tahun 2012. Entah apa yang sudah ku capai di tahun ini, namun di tahun depan aku selalu berharap, kedua orang tuaku selalu sehat, Kakak2 ku selalu di mudahkan dalam segala hal, pakdhe ku juga selalu di beri kekuatan untuk menjadi saksi kesuksesanku. Hutang Modal Bisanis dari Pak Agung semoga bisa terbayarkan ketika jatuh tempo  besok, dan semua langkah ku semoga selalu di beri kemudahan oleh allah. Semoga Gusti allah menujukan segala sesuatu yang samar menjadi jelas, sesuatu yang sulit menjadi mudah, yang jauh menjadi dekat. Dan Bahagia semua nya. Amin.

© Copyright 2010-2012 Pangeran Ucoxs. Powered by WordPress.