Lamunan Si Pemimpi

Cok, “Bisnis yang prospek itu adalah bisnis yang segera di jalankan”. Kalimat yang sama yang keluar dari Roy dan Mas Feri. Kalau kamu masih bekerja sama orang lain apa lagi menjadi operator warnet, kapan kamu akan menjalankan usahamu sendiri? Coba sekarang liat dirimu, apa kamu pantas menjadi seorang karyawan? Apa gajimu cukup untuk memenuhi kebutuhanmu? Rokok, makan, Bensin, Kost, Kuliah, untung aja kamu masih jomblo. Coba bayangin aj kalo kamu punya cewek, apa gak lebih menderita? Apa kamu mau juga mau terus – terusan minta duit sama ortu kamu? kita flash back sejenak yuk, Usahamu yang dulu itu masih menyisakan lubang yang lumayan dalam yang bisa menjatuhkanmu kapan saja, kapan kamu akan menutupnya, dengan apa kamu melakukanya? Itu tadi bisnis yang udah sekarat, sekarang kost kamu. Berapa bulan kamu nunggak? mau bayar pake apa kamu? mau kabur begitu saja, Penjahat kamu! Sudah lah gak tega aku melanjutkan ucapanku cok. Begitulah kata Abu sahabatku yang selalu menegur dan memarahiku ketika aku sudah mulai kehilangan arah. dengan muka kesal karena ku hanya terdiam dan tertunduk di bertanya sekali lagi. Dimana mimpi – mimp indah kamu dulu, visi kamu yang nampak jelas walaupun dari kejauhan, semangat mu yang tak kenal malu, kegilaanmu yang membuat mereka melongok. Aku heran, angin apa yang membuatmu seperti ini, bahkan menunjukan taringpun kamu tak sanggup.

Malam itu aku hanya tertunduk dan sesekali masuk ke dalam lamunan yang masih samar terdengar suara si Abu. Hehhh denger gak seh yang aku omongin? Aku kasih tau satu hal lagi, orang yang pernah gagal itu gak cuma kamu aja cok. Liat tuh di TV, dia aja yang baru cerai langsung bangkit dan mencari pengganti. Kalo masalahnya hanya karena cewek, goblog banget kalau kamu harus mengubur mimpi-mimpimu. Liat nih di majalah, pengusaha yang jatuh miskin gara-gara di hianati bawahanya sekaligus sahabatnya sendiri. tetapi gara-gara itu dia bisa membangun bisnis yang lebih besar. Gak jauh beda kan sama nasib kamu. Bedanya cuma sedikit, kalau kamu sekarang udah Jomblo, Miskin, gak punya apa-apa, apalagi usaha dan satu hal lagi tapi maaf ya ” kamu tuh lebih pantes ku panggil si Pecundang.

Setelah malam itu sepertinya hari hariku di penuhi lamunan aja, sepertinya tidak bisa keluar dari pikiran tentang masa lalu. Tapi lebih banyak melamun masa depan yang konyol. Walaupun saat ni baru bisa melamun, tapi aku yakin lamunan konyol ini akan mengantarku pada sebuah mimpi-mimpi yang layak di perjuangkan. Mimpi mimpi tentang Usaha, Cinta dan bahagia!

© Copyright 2010-2012 Pangeran Ucoxs. Powered by WordPress.